Kris's POV "Pak turun di sini aja." Kuminta pak Hendar menghentikan mobil. "Kenapa a? Sekolahnya masih agak jauh." Pak Hendar menolehku. "Udara pagi ini seger banget. Jadi aku pingin jalan kaki aja, itung-itung olahraga pagi. Nggak gitu jauh kan dari sekolah?" "Baik a." Pak Hendar hendak membuka pintu. "Nggak usah turun Pak. Aku bisa buka pintu sendiri. Nggak usah memperlakukanku kayak pak Hendar memperlakukan ayah." Aku tersenyum padanya. Kubuku pintu dan aku keluar dari mobil. Pak Hendar menganggukkan kepalanya dan melajukan mobil berlalu dari hadapanku. Sebenarnya aku selalu merasa tak nyaman jika harus diantar jemput ke sekolah. Seperti seorang pangeran manja yang untuk berangkat sekolah saja, merepotkan orang lain. Andai saja motorku tidak sedang dimodif, aku tak akan mau dianta

