36

1956 Kata

Author's POV Liam dan Ami masih berpelukan sementara gemericik hujan seakan menjadi musik pengiring malam mereka yang begitu romantis. Liam melepaskan pelukannya lalu memegang kedua pipi Ami, kedua ibu jarinya menyeka air mata Ami yang masih mengalir. "Udah jangan nangis... Lo jelek kalau nangis." Liam tersenyum. Ami ikut tersenyum, "lo juga jelek kalau nangis." Liam tertawa kecil, "nggak, gue tetep ganteng kok. Buktinya lo tetep suka kan ama gue?" Ami tertawa pendek, "maaf...." "Sszzttt..." Liam menempelkan jari telunjuknya di bibir Ami. "Udah, jangan bilang maaf. Lo nggak salah apa-apa. Gue yang salah. "Gue juga salah Liam.." Sela Ami cepat. "Kita impas berarti..." Liam tersenyum. "Hujan Liam, masuk ke dalem yuk.." Ami mengulas senyum sekali lagi. Liam mengangguk pelan. Liam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN