PART 62 – KETULUSAN GARA Tidak saling memiliki Bukan berarti tidak saling mendoakan Melepas bukan berarti tidak sayang. Tapi lebih karena rela Jika bahagiamu hadir tanpa kehadiranku Gara menghentikan mobilnya tepat di depan rumah kakeknya Azka. Ia sudah memutuskan langkah yang akan ia ambil selanjutnya. Mungkin memang awalnya Gara egois. Ia mencintai Aira dengan amat sangat, dan bertekad memiliki wanita itu. Tanpa memikirkan apakah cintanya bersambut? Seharusnya ketika semalam ia melihat Aira ada di sini bersama Azka, Gara sudah bisa menduga sesuatu terjadi di antara mereka. Apalagi saat ia melihat jejak air mata di wajah Aira. Apapun yang terjadi semalam, pasti membuat Aira bersedih. Sedih karena nyatanya cinta Aira memang milik Azka. Sekuat apapun Gara berusaha meraihnya.