Saingan Abang.

1207 Kata

Wika menghampiri tempat tidurnya, Jeje duduk disana dengan tatapan penuh tanya. "Ngapain lihat aku kayak gitu?" "Abang mau ngapain?" "Mau hukum kamu." "Aku mau di apain?" Wika mendekati Jeje, dia dekatkan bibirnya di telinga Jeje. "Kamu bikin aku pegel banget hari ini, jadi kamu harus pijitin aku," bisiknya di telinga Jeje dan awalnya sempat membuat Jeje merinding. "Iiish ... nakut - nakutin aja!" jerit kecil jeje dengan nada merajuk. "Emangnya kamu mikirnya apa, pasti piktor kan?" ucap Wika sambil menyentil dahi Jeje pelan. "Abaaaang!" "Apaaa? Kangen nggak?" "Iyaaa," jawab Jeje pelan dan terdengar sedikit malu - malu mengakui. "Jangan pisah lama - lama, aku juga kangen banget, ikut ke Bandung yuk, besok kamis berangkat, jumat kita balik lagi." "Aku banyak kerjaan, laporan bua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN