Cinta Tanpa Syarat

1232 Kata

Lima belas menit sebelum waktunya pulang aku sudah sampai dilantai empat. Sepanjang siang tadi aku tidak bertemu Jeje karena aku harus menghadiri dua meeting berbeda dengan dua divisi. Aku menuju ruangan Jeje, pintu ruangannya terbuka, dia sedang serius menatap laptopnya. "Halo sayang," sapaku yang langsung menghampiri kursi tempat Jeje duduk dan mengecup pucuk kepalanya. "Abang, nanti ada yang lihat ih!," protes Jeje yang langsung melihat kearah pintu. " Sorry, nggak tahan kangen sepanjang hari nggak ketemu," jawabku beralasan. "Masih lama?" tanyaku lagi sambil melihat ketikan di laptopnya. "Sudah mau selesai, sebentar lagi ya .." jawabnya yang melanjutkan acara mengetiknya. Aku melewati mejanya dan duduk dihadapannya seperti tamu pada umumnya. "Makan siang apa tadi?" "Makan ayam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN