Gavin semakin sebal saja rasanya melihat wajah Hana yang terlihat tersipu saat menatap seorang pria yang berada dalam mobil tadi membalas lambaian tangan Hana. "Apakah Hana akan benar jalan dengan pria itu?" decak Gavin mantap kesal Hana yang Kini menuju ke tempat parkir untuk mengambil motor. Gavin pun sudah pergi dari lokasi sebelum Hana melihat dirinya membuntuti dari luar sini, bisa gawat nanti. Mungkin akan ada erupsi gunung meletus bila hal itu sampai terjadi. Gavin tiba di rumah lebih dulu. Entah kenapa hari ini rasanya dia sebal tanpa sebab. Mungkin karena Hana mendapatkan pasangan kencan dan tebakannya pada pria itu meleset, tidak seperti yang dia ucapkan. Pasangan kencan Hana bukan orang tua yang botak dan pincang. "Apa dia tidak takut dibohongi nanti oleh pria itu?" Gavin

