Hana kembali membalik posisi tubuh setelah melihat adiknya itu selesai bicara dengan Gavin di telepon. Hatinya terasa nyess mendengar percakapan antara Anggrek dan Gavin barusan, bahwa pria itu menanyakan juga mengkhawatirkan dirinya setelah apa yang terjadi pada mereka. Tapi sakit dan kecewa masih Hana rasakan hingga kini. Anggrek menatap Hana setelah menarik ponsel dari telinga. "Telepon dari Mas Gavin, Mbak." Meski dia yakin bila sebenarnya Hana sudah mendengar percakapan mereka." Terdengar suara embusan napas Hana berat sebagai respons, seberat hatinya saat ini. "Ya biarkan saja bila dia ingin bicara padaku." Anggrek tak bisa berkata lagi meskipun dia ingin membantu. Melihat mood Hana yang buruk dan juga wajahnya yang terlihat penuh dengan masalah, Anggrek tak berani bicara lagi.

