Bunga Lilyana memasakkan sesuatu buat Bhadra, semenjak menikah! Suaminya terus menempel tidak mau lepas. "Um ... baumu segar sekali, Sayang." "Kan habis mandi, lepaskan dulu, Bhadra. Nanti gosong!" seru Bunga, tertawa digelitiki suaminya. "Kau memanggilku apa?!" "Astaga! Aku lupa. Maaf, Sayang ... bisakah kau menjauh dariku?! Sebentar saja, Sayang." Bunga mengulanginya penuh rasa sabar. Pria yang sudah berjasa besar akan dia agungkan seperti pahlawan, bedanya! Bhadra Bawika disertai rasa cinta yang sangat luar biasa besar. "Huh ... baiklah! Kau masak apa?!" Bhadra menjauhi Bunga meskipun sebenarnya sangat malas. "Lihat saja sendiri," Bunga Lilyana menyingkir membiarkan suaminya melihat masakannya sendiri jauh lebih dekat. "Ini?! Bukankah ini makanan kesukaanku!! Dari mana kau tahu, S

