Bhadra mendobrak pintu kamar Aira Kusuma, takut Bunga Lilyana kenapa-kenapa, bukan hanya Bhadra tapi Jenny dan Juan turut serta ingin melihat, bedanya ... Bhadra berharap Bunga Lilyana baik-baik saja sementara Jenny dan Juan berharap Bunga Lilyana terluka. Sungguh penasaran dengan kejadian yang ada di dalam. Brakkk!! Pintu terbuka setelah sekuat tenaga Bhadra menendangnya, tampak Muna bersimbah darah di lantai sementara Aira Kusuma terkejut memegang pisau. Bunga Lilyana menutup mata ketakutan sambil menangis. "Kenapa ini?! Apa yang terjadi?!" Juan dan Jenny sungguh tak mengerti. Sementara Bhadra yang tahu Bunga Lilyana ketakutan, langsung memeluknya secepat kilat. "Sayang?! Kau tidak apa-apa?!" serunya cemas takut kehilangan Bunga Lilyana. "Aku baik-baik saja, Sayang. Hanya saja ...

