Bima terbangun dari pingsannya dan langsung pergi ke tempat Bunga Anindya, orang suruhannya sudah kabur entah kemana. "Bungaa!!" teriaknya seperti orang kesetanan di pinggir jalan. "Bunga Anindyaa!!" Bima tak kuasa jika harus hidup tanpa kekasihnya, sangat menyesal telah berkhianat darinya. "Maafkan aku, Bunga Anindya ... kembalilah!" serunya sibuk menatap ke sana dan kemari, ke lokasi yang tadi dikasih tahu orang suruhannya saat telpon. "Jika sesuatu terjadi padamu!! Aku tidak akan memaafkan diriku!! Akan kubunuuh suamimu dan istri keduanya itu!! Kurang ajar!! Bungaaa!!" teriak Bima lagi, sangat kesal. "Tuan! Kau cari siapa?!" tanya penjual kopi keliling di pinggir jalan, menanyai Bima, heran dan kasihan melihat Bima panik seperti orang gila. "Kekasihku!! Wanita tercintaku!! Dimana, Dia

