Bunga yang tidak tenang pikirannya, membuat Bhadra Bawika melakukan segala cara agar istrinya bahagia, menggelitik badannya, memainkan rambutnya, kadang juga menghisap bagian-bagian terpenting tubuh Bunga Lilyana, merasa tak ada hasilnya, Bhadra Bawika menarik badan Bunga Lilyana dan memeluknya kemudian dipangku, sama seperti di hutan beberapa bulan lalu. "Sayang ... Kau mau liburan? Ke Amerika? Australia? Atau Mesir? Kemanapun kau mau ... Aku pasti akan menuruti, Sayang. Atau jangan-jangan ... Kau menginginkan hal lain?! Katakan, Sayang! Aku takkan keberatan! Kau istriku! Sudah cukup mengalami penderitaan karena kelalaianku! Takkan kubiarkan lagi," ucap Bhadra, dengan lembut dan penuh kasih sayang, memanjakan istri tercintanya, Bunga Lilyana. "Tidak! Aku tidak mau kemanapun, Sayang. Hany

