Part 43

1407 Kata

Caliana kembali membuka mata. Ruangannya terasa sepi. Beberapa saat yang lalu dia berhasil mengusir Gilang setelah kembarannya itu mendapatkan telepon dari rumah sakit tempatnya magang. Dan sekarang, dia hanya bisa diam sendirian, mengingat kembali percakapannya dengan Gilang. “Buka mata loe, An. Gue tahu loe gak tidur.” ucap Gilang sesaat setelah pintu kamar inapnya tertutup. Caliana benar-benar membuka mata dan melihat kembarannya itu masih duduk di kursi di sisi kirinya. Gilang membantunya menaikkan tempat tidur, bahkan dengan perhatiannya menyodorkan Caliana minuman tanpa Caliana minta. Setelahnya ia kembali duduk ditempatnya dan memandang Caliana dengan sorot penuh permintaan maaf. “Apa gue udah keterlaluan?” tanyanya lirih. Caliana tahu apa yang dimaksudkan kembarannya itu. se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN