Part 37

2918 Kata

Adskhan kembali ke dalam rumah. Ia berjalan langsung menuju ke dapur dan mencari alat makan sebelum kemudian memindahkan bubur yang dibelinya ke atas mangkuk dan meletakkannya di atas nampan beserta segelas air putih hangat yang sengaja dia tuang dari dispenser.   Caliana masih berbaring dalam posisi memunggungi pintu. Tubuh gadis itu terlihat gemetar pelan dan napasnya tampak pendek-pendek. Adskhan meletakkan nampan di atas nakas lalu kemudian menyentuhkan kembali punggung tangannya di dahi gadis itu. Panas. Sepertinya kali ini ia harus memaksa gadis itu untuk pergi ke rumah sakit.   “Ana, makan dulu sarapannya.” Adskhan menyentuh pundak gadis itu. Caliana mengerang lirih, namun kemudian berbalik dan memandang Adskhan. “Buburmu, sudah aku minta sesuai seleramu pada tukang buburnya.”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN