Part 45

1725 Kata

Masih dalam posisi duduk dan merangkul Caliana. Keduanya kini sama-sama mendongakkan kepala memandang langit. Yang meskipun tampak terang, namun tetap tak berbintang. "Seandainya," Caliana mulai bersuara. "Mama menolak Anda habis-habisan. Apa yang akan Anda lakukan?" Adskhan menoleh menatap Caliana. Tapi gadis itu sama sekali tidak menatapnya. "Sejujurnya, aku sendiri tidak tahu harus bagaimana." Jawab Adskhan apa adanya. Ucapan pria itu mengalihkan perhatian Caliana. "Sejujurnya, aku tidak sepercaya diri itu, Ana." Jawab Adskhan lagi. "Mungkin aku pandai dalam urusan pekerjaan. Mungkin aku pandai memimpin karyawan. Tapi kau sendiri tahu kalau dalam urusan keluarga, nilaiku nol besar." Pria itu tersenyum sendu. Entah kenapa, melihatnya seperti itu membuat Caliana merasa iba sendiri. Cal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN