*** ‘Apa? Bercinta dia bilang?’ ‘Ya Tuhan… semoga dia hanya bercanda. Tapi… tapi tadi dia tidak mau menandatangani surat kontrak itu karena bagian tentang hubungan badan yang—tidak jelas batasannya.’ ‘Hah? Jangan-jangan…? Aaaak! Tidak! Tidak boleh!’ jeritnya dalam hati. Catherine menatap Nicolas dengan gugup. Detak jantungnya berdentam keras. Saat Nicolas mulai melangkah maju, tubuhnya bergerak spontan—melangkah mundur dengan gugup. “N-Nico… kamu… kamu tidak serius ‘kan?” tanyanya ragu. Suaranya terdengar gemetar, nyaris teredam oleh napasnya yang tidak beraturan. Nicolas mengangkat alis, wajahnya tenang tapi sorot matanya tajam. “Apanya yang tidak serius?” Suara pria itu terdengar serak dan berat—terlalu berat hingga menimbulkan rasa tak nyaman dalam tubuh Catherine. Tatapan tajam