40

1607 Kata

"BANYAK, lo mau satu nggak?" Revan mendengkus dengan keras setelah mengulangi kalimat Axel sebelumnya. "Lagak lo sampai nawarin temen sendiri, padahal sendirinya nggak laku sama sekali!" Axel tertawa mendengar balasan Revan yang masih terhubung dengannya melalui telepon sejak tadi. Bahkan, sebelum Celia masuk ke ruangannya, mereka sudah berbicara cukup lama berdua melalui sambungan telepon itu untuk mengobrolkan sesuatu yang sangat absurd. "Terus apa tadi balasan, tuh, cewek? Gue mau lo doang, bukan yang lain. Halah, sifat kalian kebalik apa gimana? Bukannya lo yang agresif dan modusin dia, eh, malah dia yang modusin lo duluan!" Axel hanya tertawa mendengar seorang Revan tiba-tiba berubah jadi pria paling julid yang pernah ada. "Lo julid banget kayak gini, bukan karena lo lagi jomlo dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN