"Mas antar Ira dulu ke rumah. Nanti baru jemput Nisa ya?" kata Ira sambil menyetir mobilnya. Saat ini ada kami bertiga dalam mobil Ira. Aku mau ke bengkel pake motor sendiri, tapi Ira nggak mau. Apa kata Papa sama Mama nanti kalau dia pulang ke rumah sendiri. Kan dikira berantem sama suaminya nanti. Makanya, Ira minta diantar dulu. Habis itu aku sama Putri jemput Nisa baru ke bengkel. Aku duduk di belakang, seperti biasa. Ira dan Putri duduk di depan. Saat aku hampir terlelap, wkwkwk, biasa memang molor sih, hpku berdering. Nisa. "Assalamualaikum," kataku. "Waalaikumussalam," suara Nisa terdengar dari seberang telpon. "Napa?" tanyaku to the point dan ndak ada mesra-mesranya. "Ish. Annisa sayang Mas Aan," jawab Nisa. "Iya," jawabku. "Kok gitu?" jawabnya. "Lha harusnya?" tanya