Kris tidak pernah berhenti menggenggam tangan Akila selama persalinan. Sampai akhirnya, Akila berhenti memberi tekanan pada perutnya tatkala suara tangisan mendominasi ruangan ini. dokter dan perawat mengucapkan kata syukur, begitu pula dengan Kris dan Akila yang kini sudah berkaca-kaca karena bayi mungil di tangan sang dokter. “Bayinya laki laki,” ucapnya sembari membersihkan sang bayi. Tangan Kris masih belum lepas dari genggaman sang istri. “Kamu hebat, Sayang. kamu berhasil, terima kasih, Sayang,” ucapnya memberi ciuman pada kening Akila, tidak peduli jejak keringat. “Mas sayang kamu.” Akila tertawa sambil meneteskan air matanya. Dia merentangkan tangannya ingin menggendong sang bayi. “Gantengnya Mama, kok mirip Papah semua?” Kris tertawa mendengarnya, dia mensejajarkan tubuhnya de

