“Sin, titip anak anak ya. Gue pulangnya rada malem, mau check panti sama laki gue.” “Aman,” ucap Sinta dari dalam telpon, yang mana membuat Akila lebih tenang. Diantar oleh supir untuk menuju Yayasan, Akila punya banyak pekerjaan mengingat ini adalah tahun ajaran baru. Sekolah yang dia bangun dengan sang suami menerima murid murid yang lebih istimewa dari yang lainnya; tuna Netra dan yang lainnya. Kalau dipikir-pikir, hidup Akila begitu nyaman dengan semua fasilitas yang diberikan suaminya. Terlebih lagi kasih sayangnya. Makannya jika Kris sakit, Akila selalu kelimpungan dan takut sesuatu terjadi pada suaminya. Bisa apa dia tanpa sang suami. “Mas, aku udah nyampe nih. Kamu langsung ke kantorku aja ya, mereka udah ada di ruang interview.” “Oke, mau dibawain apa?” “Jangan mampir kemana

