Akila tidak membenci Sarah, tapi dia sedikit kesal dengan keberadaan wanita itu di sini. Entah bagaimana, aura yang dikeluarkannya seolah menantang Akila untuk memperlihatkan kalau dirinya adalah perempuan impian atau tidak. Dimana Akila benar benar kesal karena hal itu. Semalam Akila mengakui kalau dirinya kalah telak oleh Sarah, tapi hari ini dia akan memperlihatkan kalau dirinya bisa mengatasi semua urusannya sebagai ibu rumah tangga. “Dek, kamu ngapain?” tanya Kris kaget melihat Akila yang sedang menyiapkan pakaian untuknya. “Kamu semalem tidur malem, Dek. Kenapa udah bangun?” “Mas kok gak bangunin aku sih? Nanti aku bisa siapin semuanya.” Kening Kris berkerut. “Makasih, Sayang. tapi kamu butuh istirahat. Udah ya, tidur aja lagi sama kakak. Udah sana.” Akila menatap sang buah hati

