Farah menatap putrinya yang memasuki rumah dengan tatapan kosong setelah semalam menghilang tanpa kabar. Ia berdiri ingin menyapa putrinya, namun ia urungkan kala melihat putrinya yang terus berjalan menaiki tangga tanpa menoleh memperhatikannya. Raya membaringkan tubuh lelahnya di ranjang miliknya, matanya terpejam membayangkan hal-hal yang paling membahagiakan untuknya, saat laki-laki itu melamarnya, saat laki-laki itu posesif padanya dan masih banyak lagi yang ia sayangkan. Drrrttt drtttt. Raya menoleh saat ponselnya bergetar, menandakan ada panggilan masuk dari seseorang. Raya menghela nafasnya kasar saat mengetahui nomor yang menghubunginya tak bernama, ia memang cukup bodoh karena masih mengharapkan laki-laki itu menghubunginya, seenggaknya meminta maaf padanya. "Halo" Raya menj