Raya memasuki rumah dengan mata yang sembab, bukan tanpa alasan ia menangis selama perjalanan pulang dari kantor Mondy, dan sungguh itu juga bukan keinginannya untuk menangisi laki-laki b******k yang selama ini ia percayai. Di sana, ia melihat bagaimana Mondy yang duduk di kursi kebesarannya dengan seorang wanita mungil yang duduk di meja kerjanya, dress yang sudah teronggok di lantai dengan berbagai macam berkas yang sudah berhamburan di lantai, br* wanita yang sudah menggantung di lengannya dan jangan lupakan dengan paduan bibir keduanya, dan itu semua ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Laura Ferdinant, gadis yang kali ini memasuki urutan pertama daftar permusuhan yang baru saja ia buat, gadis yang entah kenapa bisa dengan mudah membuat Mondy berpaling darinya, gadis yang,,,,, "J