Happy Reading. Raya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan rata-rata, air matanya masih terus saja mengalir tanpa bisa ia cegah, nyatanya rasa cintanya lebih besar dari pada rasa kecewa yang baru saja ia rasakan. Di belokkannya mobilnya ke arah bar yang biasa ia kunjungi. Ia tadi ia memang berbohong soal menginap di rumah Lesta karena nyatanya tujuan yang slalu terpikir di otaknya adalah bar, bar dan bar. Ia tak pernah memikirkan tempat lain yang bisa menyembuhkan lukanya selain tempat terkutuk itu. Di tundukkannya kepalanya saat mesin mobilnya telah berhenti terdengar, air matanya mengalir lagi di sertai isakan kecilnya. "Bagaimana kalau aku berhianat?" Gumamnya dengan mata yang semakin memanas. "Melepas surga dunia dengan pria lain?" Lanjutnya seraya mendongakkan kepalanya. "Hahaha