Angelica ingin menjauhkan wajahnya dari wajah Simon, tapi kepalanya tertunduk karena tangan Simon meraih tengkuknya. Dan, bibir Simon meraup bibirnya. Pagutan bibir Simon begitu kuat, lidahnya bergerak liar di dalam rongga mulut Angelica. Angelica terdiam sesaat, apa yang dilakukan Simon bak mimpi baginya. Setelah merasa yakin itu bukan mimpi, perlahan tubuh Angelica beringsut, ia naik ke atas tubuh Simon, dan berbaring tengkurap di sana, sementara bibir mereka masih saling memagut dengan kuatnya. Pagutan kuat, dan liar, yang bagai akumulasi dari kerinduan panjang yang selama ini mereka simpan, dan coba mereka tahan. Simon melepaskan pagutan bibirnya, napas mereka berdua sama-sama memburu. Angelica menyembunyikan wajahnya di lekukan leher Simon. Telapak tangan Simon mengusap lembut p