Rizal menatap wajah cantik yang masih terlelap di sampingnya. Semalam dia begitu bersemangat hingga membuat Syifa kelelahan. Lelaki itu sudah memesan kamar hotel selama tiga hari agar mereka lebih leluasa berduaan. Setelahnya, terserah Styifa mau tinggal di mana. Di rumah orang tuanya sendiri atau di tempat mertua. Sebagian tabungannya habis untuk biaya pernikahan. Rizal berencana ingin membuka praktik malam, sehingga memerlukan banyak dana untuk mempersiapkannya. Lelaki itu tak tahu jika papanya sudah menyediakan satu rumah untuk mereka. "Bangun dong, Cantik. Udah jadi istri kok malas," goda Rizal sembari mencubit pipi Syifa. Laki-laki itu tergelak ketika melihat sang istri menggeliat dan menepis tangannya. "Jangan ganggu," ucap Syifa yang masih setengah sadar dengan mata terpejam. T

