Fauzan memandang wajah sendu yang sejak tadi diperiksanya. Bibir Tiara masih pucat dengan tubuh yang masih lemah. Walaupun sudah ada sedikit rona merah di wajahnya. Tiara memasrahkan diri saat cairan bening itu disuntikkan ke infusnya. Menimbulkan denyut pada bagian yang tertanam jarum di kulit gadis itu. "Sakit?" Fauzan bertanya dengan lembut. Ada rasa iba dalam hatinya saat melihat Tiara memejamkan mata hingga dahinya berkerut. Jenis obat ini memang menimbulkan rasa nyeri setiap kali disuntikkan. Tiara mengangguk. Matanya menatap pada lelaki tampan berjas putih di hadapannya. Ada stetoskop yang menggantung di lehernya. Wajahnya putih bersih. Fauzan merupakan sosok yang tenang dan teratur. Ada rambut halus yang tumbuh di sekitar rahang kokohnya. Juga kacamata yang membingkai wajah

