“Tinggalkan aku sendirian.” Reverie berkata pada Gilbert yang mengikutinya sampai ke apartemennya. Reverie menghabiskan waktu cukup lama melintasi jalanan tanpa arah. “Biarkan aku menemanimu, Reverie.” “Gilbert, tolong. Aku ingin sendiri.” Reverie butuh ketenangan. Ia tidak bisa membiarkan orang lain melihatnya dalam keadaan rapuh seperti ini. “Baiklah, aku akan pergi. Jika kau membutuhkanku segera hubungi aku. Reverie, jangan lakukan sesuatu yang bodoh.” “Aku tahu.” Reverie tadi memang berpikir tentang kematian, tapi jika dia mati maka orangtuanya akan hidup dalam penyesalan. Reverie tidak bisa melakukan hal kejam seperti itu pada orangtuanya, jadi seberat apapun jalan hidupnya dia harus tetap hidup, demi orangtuanya. Gilbert membiarkan Reverie masuk ke dalam apartemennya, pria itu

