Bab 55. Lanjutan ++

1536 Kata

Kini yang bisa dilakukan Regantara hanya diam. Meresapi, menikmati sensasi yang menjalar hingga ke ubun-ubun. Ia memejamkan mata, mencoba menahan diri agar tak sepenuhnya tenggelam. Ada banyak hal yang berusaha menerobos kesadarannya. Ketukan pintu yang tak kunjung berhenti, ponsel yang bergetar panjang di atas nakas. Benar-benar mengusiknya. Tubuh Laura bergerak gelisah di atasnya. Ada kebingungan yang jujur di wajah gadis itu, bercampur rasa penasaran yang tak disembunyikan. “Ini terus gerakannya enak maju mundur apa diputer? Apa keluar masuk?” tanya Laura tiba-tiba. “Hahahahahaha.” Regantara tertawa, suara rendah yang keluar tanpa ia rencanakan. Bukan tawa mengejek, melainkan refleks. Sebuah reaksi spontan terhadap kepolosan yang muncul di tengah situasi setegang ini. “Ih kok

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN