Bab 39. Getaran Aneh

1617 Kata

Ryan meringis. Tampak bibirnya tertarik ke samping, membentuk garis tipis yang mencerminkan rasa frustrasi. “Mereka sempat diusir satpam pas masuk ke Mall. Mereka niatnya mau makan di cafe langganan mereka.” Regantara mengangguk-angguk. Sorot matanya menerawang, membayangkan kejadian itu. Mall itu… ia tahu betul. Tempat di mana aroma kopi bercampur dengan tawa renyah Laura dan kehangatan Nyonya Wina. Cafe itu adalah saksi bisu banyak momen berharga. Calon mami mertuanya itu memang paling gemar menghabiskan waktu di sana bersama Laura. “Terus gimana?” tanya Regantara lagi. Suaranya nyaris tak terdengar, seolah takut memecah keheningan yang tiba-tiba menyelimuti mereka. Ryan menghela napas, pandangannya menerawang. Iamencoba menyusun kembali kepingan-kepingan kejadian yang telah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN