Memang yang mendekati Ana bukanlah orang sembarangan. Mereka yang berani secara terang-terangan itu terkenal dari kalangan konglomerat. Tidak sedikit dari para milyuner muda yang berani menyampaikan niatnya kepada orang tua mereka agar bisa meneruskannya kepada kedua orang tua wanita pujaannya. Bagi mereka yang mengenal seorang Daniel Wijaya, maka dengan senang hati mereka datang berkunjung ke kantor pria arogan itu. Di samping mereka memang ingin bertemu dengan CEO Wijaya Corporate, mereka berharap nasib baik akan mendatanginya. Siapa tahu dengan kedatangannya ke kantor Daniel bisa bertemu dengan bidadari yang menjelma sebagai manusia tersebut. Ibarat menyelam sambil minum air, begitulah kira-kira kata pepatah lama. “Tumben lo main ke sini?” tanya Daniel bernada sinis. “Yah ... kan

