“Kak Niel, Aku mohon, cukup!” pinta Ana sambil menghampiri tubuh suaminya yang sudah tergeletak di lantai. Daniel pun langsung menghentikan pukulannya dan segera berdiri kembali sambil merapikan pakaiannya. “Segera selesaikan urusanmu dengannya sekarang juga!” ucap Daniel sambil melangkah pergi meninggalkan sepasang suami istri itu yang kemudian diikuti oleh Teguh. Sepeninggal papa dan kakaknya, Ana membantu Reihan untuk bangun dan duduk di kursi teras. Setelah itu perempuan itu bergegas mengambil kotak P3K dari dalam rumah. Reihan yang melihat istri cantiknya dengan cekatan mengobati luka-lukanya, seketika membuat hatinya pun menghangat. Bolehkah dia berharap lebih ketika melihat sikap Ana yang tampak seperti sedang mengkhawatirkannya? “Maafkan sikap Papa dan Kak Niel ya, Mas

