Setiap pagi sebelum berangkat ke kantor, Reihan pasti akan berbicara pada pakaian Ana yang tergantung seperti sedang berbicara kepada istrinya. Setiap malam pakaian itu selalu dia peluk dan di pagi harinya akan ia letakkan kembali di gantungan lemari. “Sayang, doakan Mas supaya bisa menghadapi hari ini dengan baik, ya,” setelah mengucapkan itu lantas ia pun menutup pintu lemari dengan hati-hati seakan tidak ingin mengagetkan perempuan itu. *** Menjelang siang Tita terlihat sedang mendatangi kediaman Reihan karena sudah lama tidak berkunjung untuk menengok menantu kesayangannya. “Panggilkan Bi Narti!” pinta Tita kepada salah satu pelayan yang bernama Sari ketika sudah berada di ruang tengah. Ia terpaksa meminta Sari untuk memanggilkan mbok Narti setelah melihat tidak ada tanda-tan

