89. Empat Balasan Sempurna

2265 Kata

“Sudah tenang?” tanya Girish setelah isakan Ry tidak lagi terdengar. Ry mengangguk berkali-kali, menarik napas dalam-dalam, kemudian tersenyum kecil. “Makasih, ya, Pak.” “Sekarang kita masuk, ya?” “Bapak enggak pulang?” “Saya mau ikut ke dalam dulu, boleh?” tanya Girish sopan. Dia memang selalu seperti ini. Tidak pernah lupa meminta izin dan menanyakan pendapat Ry. Hampir tidak pernah Girish bersikap semaunya sendiri. “Boleh." Ry mengangguk tanpa beban. Kehadiran Girish tidak pernah lagi mengganggunya. Kalau boleh jujur, malah rasanya Ry mulai kecanduan. Namun, dia heran juga dengan tujuan Girish. Ini masih hari kerja dan Girish biasanya hanya bertamu ke rumah Ry di akhir pekan saja. "Bapak mau ngapain?” “Saya mau coba lihat maket kamu.” “Mau diapain?” tanya Ry pesimis. Beda dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN