Cita-cita yang tercapai (End)

1112 Kata

Adel pov Ku tatap wajah suamiku penuh permohonan tidak lupa dengan kedua tanganku yang menggenggamnya erat. "Ya ya ya..." "Kenapa tidak disini? Aku bisa menyewakan hotel atau gedung untuk kalian." Aku berdecih tak suka dengan ucapannya. "Ih kakak, kan kita-kita asalnya disana. Banyak keluarga juga disana. Sekolah disana dan ketemu disana, mereka juga pasti liburan gini ya balik kesana." "Nanti biar aku pesankan tiket untuk mereka supaya kamu tidak susah payah kesana." Lagi lagi pria ini sok-sokan. Sok kaya untuk sekarang. "Ck, apaan sih kak mereka itu bukan satu dua orang. Tapi ini tiga puluh tiga loh. Mau reuni bentaran doang kok, gak usah buang-buang uang gitu deh. Mending uang nya buat si kembar beli s**u atau baju aku gitu." Itu terdengar lebih masuk akal dan ide yang sangat baik

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN