"Pak Fauzi, terima kasih udah telepon saya tadi. Makasih juga udah mau tungguin Ayah sebentar." Pria setengah paruh baya yang dipanggil Fauzi itu mengangguk. "Sama-sama, Sella. Hari ini saya tidak sengaja ke sini karna mau jenguk juga. Lain kali jangan ditinggal sendiri, Sel. Saya tidak setiap hari ke sini, kalau ada apa-apa bagaimana? Kamu kerja? Di mana Ibumu? Ibumu kerja juga?" Sella kembali bungkam mendapat deretan pertanyaan dari Fauzi. Pertanyaan simple, namun sangat ruwet di dalam otak Sella. Sella hanya bisa menganggukan kepalanya sebagai respon. Sebisa mungkin dia menahan air mata agar tidak menetes. Selain tidak enak, di sini pun ada William dan kedua asistennya. Entah apa yang mau mereka lakukan, padahal Sella sudah menolak tawarannya. Setelah Fauzi pergi, Sella kembali masuk

