"Selamat pagi, Will! Mau sarapan sekarang? Semua udah siap, kamu tinggal pilih mau sarapan nasi atau roti." Masih sama seperti hari-hari biasanya, Sella masih mencoba untuk menarik hati William agar lebih lunak walaupun hanya sedikit. Sudah beberapa hari Sella menjalani peran ini, tetapi hasilnya belum terlihat. Tapi tidak apa-apa, masih banyak waktu. Karena suaminya masih diam, Sella berinisiatif menarik lengannya. Nasib baik tidak ada tepisan, setidaknya Sella bisa semakin melebarkan senyumannya. Setelah membawa suaminya duduk, Sella kembali menawarkan diri mau diambilkan sarapan apa. Tawaran tulus Sella tidak dapat respon karena William lebih memilih mengambil sendiri roti lalu mengolesinya dengan selai cokelat. Kehadiran Sella di sampingnya benar-benar William anggap angin. Walaupun

