Tubuhmu Milik Saya

1008 Kata

Hari demi hari terus berlalu. Melihat orang lain tampak bahagia, menikmati hidup, mengobrol, membuat Sella iri sampai ke ubun-ubun. Kira-kira, kapan dia bisa seperti itu? Bisa bahagia menikmati hidup. Jangan jauh-jauh menikmati hidup, untuk bernafas saja rasanya sulit bagi Sella. Sella kembali melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sakit. Tiga hari sudah Ayahnya terbaring lemah di ruang ICU. Rasanya baru beberapa hari yang lalu sehat, kini ujian kembali datang. Sudah hari ketiga, tapi sampai detik ini Sella tidak tahu siapa yang membawakan makanan beracun untuk Ayahnya. Siapapun orang itu, Sella benar-benar mengutuknya. Kebingungan Sella semakin menjadi-jadi sekarang. Sebetulnya, apa sih yang sudah Ayahnya buat sampai ada orang yang berniat jahat seperti ini? Apa kesalahan fatal yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN