Minta Maaf?

1033 Kata

Merasa terus diabaikan, Zaffan mulai merasakan keanehan. Ini tidak biasa, karena sejak dahulu William tidak pernah seperti ini pada dirinya. Setelah memastikan William pergi, Zaffan mendekat ke arah Andrew yang kini tengah fokus dengan beberapa berkas. "Andrew? Boleh saya tanya sesuatu?" Andrew melirik sekilas, karena detik selanjutnya dia kembali fokus memisahkan dokumen titipan William. "Tanya saja, Zaf, ada apa?" "Kenapa sejak semalam, bahkan hari ini tuan Will seperti berubah? Engga, maksudnya berubah sama saya. Apa saya buat kesalahan? Apa ada pekerjaan saya yang lalai? Kalau memang ada, sebanyak apa sampai beliau semarah itu?" Andrew tertawa mendengar pertanyaan Zaffan. Tidak salah memang, pasti temannya itu merasa diabaikan oleh William. Mendengar temannya tertawa, tentu saja me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN