Tunggu Saja

1136 Kata

"Kau liat rumah itu?" Satu suara, namun mampu merespon semua orang yang berada di belakangnya. Mereka semua mengangguk mengikuti arah tunjuk tangan William. Tidak jauh dari mobil mereka berhenti memang ada rumah yang sedang dalam masa perbaikan. Entah itu rumah siapa, mereka tidak bertanya lebih lanjut. Karena mereka sadar, kepo bukanlah bagian dari pekerjaannya. "Pantau rumah itu tanpa henti. Kabari saya apapun yang terjadi di sana. Sebelum saya kasih aba-aba, jangan pernah ada yang berani bertindak. Sampai salah satu dari kalian berani melakukan itu, habis sama saya." "Siap, Tuan!" "Bagus. Segera turun, lakukan tugas kalian sebaik mungkin. Jangan berani macam-macam, karna keselamatan keluarga ada di tangan kalian sendiri." Kata-kata yang William lontarkan memang sangat mengerikan. A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN