Otak Dangkal

1416 Kata

'Saya curiga dengan seseorang di luar Prawira, Tuan.' 'Saya menaruh curiga pada Pak Edward.' 'Saya sependapat dengan Zaffan, Tuan, karena saya juga merasakan hal yang sama.' Kata-kata yang Zaffan dan juga Andrew katakan terus menari-nari di dalam otak William. Mereka berdua kompak mengatakan kalau Pamannya mempunyai niat buruk. Selain itu mereka juga bilang, kalau Edward ada dibalik penyerangan kemarin. Semua asumsi yang asistennya lontarkan membuat fokus William pecah. Bukan apa-apa, yang mereka curigai itu Pamanya. Paman yang selama ini berdiri menjadi garda terdepan setelah Ayahnya meninggal. Bahkan sebelum Wilson meninggal, Soraya tetap melibatkan Edward dalam segala hal. Untuk semua yang sudah dia dapat, apa iya Edward tega menghancurkan keponakannya sendriri. Masih sulit dipercay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN