Cylo tersenyum melihat sang istri yang sedang tidur dengan posisi miring. Sebuah bantal mengganjal perut besar wanita itu. Tujuh bulan berlalu setelah terbongkarnya masa lalu dirinya bersama Lusi. Cylo sungguh bersyukur masalahnya dengan Lusi tidak berlarut-larut. Theya yang masih marah padanya saat itu, tanpa sepengetahuannya justru membantu menyelesaikan permasalahan itu. Lusi mundur tanpa harus dipaksa, atau diancam. Dari yang dia tahu, wanita itu meninggalkan Indonesia. Cylo hanya bisa berdoa semoga Lusi bisa menemukan kebahagiaan dimanapun wanita itu sekarang berada. Leon—saudaranya itu juga akhirnya menyerah. Apalagi ketika Leon tahu jika Atheya sedang mengandung anaknya. Meski masih menjaga jarak dengannya sampai saat ini, tapi Leon sudah tidak pernah lagi mengajaknya beradu urat.