Bab 24

1262 Kata

"Aku begitu membencimu... begitu kecewa... aku marah... kamu pergi tanpa pamit...! Namun aku sangat merindukanmu... sangat merindukanmu, sayang...!" Alex tak tahan meluapkan semua emosinya. Hati Audie teriris mendengar pengakuan Alex. Selama delapan belas tahun Alex yang mengingat dirinya tanpa dia sadari. "Maafkan aku...!" hanya itu yang bisa Audie ucapkan. Air mata mereka berdua tak bisa berhenti akibat luapan emosi yang tertahan selama delapan belas tahun. Audie merenggangkan pelukannya dan menatap wajah Alex yang sudah basah. Audie mendekatkan wajahnya dan melumat bibir Alex. Sensasi rasa asin dari air mata mereka menambah panasnya lumatan mereka. Audie mengalungkan tangannya di leher Alex. Alex memeluk pinggang Audie. Mereka berdua hanyut dengan ciuman mereka. Sesekali mengamb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN