Bab 4

1268 Kata
Kembali ke Audie... Sekarang Audie, Vivian, dan James duduk berdampingan di kelas bisnis. Hanya mereka bertiga di dalam kelas bisnis dan empat orang pengawal. James membeli semua kelas bisnis agar mereka bisa leluasa berbicara. Dan James dengan sengaja membeli tiket atas nama Marissa di kelas ekonomi. Dan Audie di kelas bisnis. Agar mereka bertiga bisa tetap membicarakan strategi mereka untuk kedepannya. Jadi pengawal Audie yang duduk di kelas ekonomi menggantikan Marissa. Hal itu dilakukan untuk mengecoh dan dengan sengaja memberikan informasi terbuka ke David. Marissa terbang ke Berlin menggunakan penerbangan ini. "Pegal juga mom pake kacamata ini," ujar Audie sambil melepaskan kacamatanya dan merapikan rambutnya seperti semula. "Sabar ya sayang... Kamu tetap cantik walaupun menggunakan kacamata itu.. Hehehhe!" ucap Vivian dan mengusap lembut pipi kanan Audie, membantu Audie merapikan rambutnya. Karena perjalanan ini membutuhkan waktu yang lumayan panjang. Audie bisa mengistirahatkan tubuhnya. "Audie ini keycard untuk Apartment kamu selama di Berlin, semuanya sudah beres.." ujar james sambil berjalan ke arah Audie memberikan amplop yang berisi keycard apartement dengan tingkat keamanan yang super canggih. "Ok uncle, Uncle duduk di tempat Audie. Audie mau pindah ke tempat mommy!" Audie berdiri dan memutar menuju kursi Vivian lalu duduk di samping Vivian. "Thank you sayang," ucap James dan duduk di kursi yang kosong. "Dan ini denah apartement kamu," James melanjutkan penjelasannya. "Wow... Ini sungguh luar biasa Uncle!!!" seru Audie melihat denah 3D Apartement di layar macbook yang akan dia tinggali. Dia begitu takjub dengan gambar di depannya. "Baru kali ini aku lihat apartment secanggih ini uncle!!" seru Audie. "Iyah sayang, Uncle James sudah membangun Apartment khusus untuk kamu sejak dua tahun lalu," kata Vivian mengingat bagaimana James pulang balik Rotherham - Berlin untuk mengawasi langsung pembangunan ini. "Uncle senang kalau kamu menyukainya," ucap James tulus. "Tentu saja Uncle, ini sungguh luar biasa!!" seru Audie begitu bahagia. Dikelilingi oleh orang - orang yang menyayanginya dengan tulus. "Thank you so much!!! I love uncle!! " Audie berdiri dan mengecup pipi kiri dan kanan James di seberang sana. "Eh hmm eheemm.." sela Vivian. "Hahahhaa... I love you too mommy," ucap Audie dan memberikan kecupan bertubi - tubi ke wajah Vivian. "Astagaaaa... Hahhahaha... I love you too sayang!" seru Vivian begitu bahagia melihat Audie yang tertawa bahagia dan menyayanginya seperti Mama kandungnya. James yang melihat dua wanita didepannya tertawa bahagia hanya bisa tersenyum ikut bahagia. James dan Vivian melanjutkan penjelasan tentang Apartment yang begitu rumit untuk Audie. Begitu Audie sudah mengerti dengan cara kerja semua alat dan kode rahasia di apartement Audie. James pun menjelaskan nanti pada saat keluar dari pesawat dan bandara. Audie tidak perlu berganti pakaian menjadi Marissa. Karna akan di gantikan oleh Maria. Setelah makan siang, Audie memilih untuk tidur mengisi energinya. --- Bandar Udara "Otto Lilienthal" Berlin... Pesawat yang ditumpangi Audie sudah tiba di Airport waktu dini hari. Karena tidak ada barang bawaan dan koper Marissa sudah di bawa oleh Maria yang telah menyamar menjadi Marissa. Audie, Vivian dan James menuju ke Apartment. Hanya butuh waktu tiga puluh lima menit mereka tiba di sebuah toko roti kecil. Audie, Vivian dan James turun lalu masuk ke dalam toko roti tersebut. Toko Roti ini dibuat untuk salah satu akses pintu masuk ke Apartment Audie. Mereka melewati beberapa pelanggan dan masuk ke bagian dapur. Semua pelayan dan koki yang berada didapur otomatis menundukkan kepala memberi hormat ketika mereka masuk. Lalu James menggeser salah satu rak roti. Dan meletakkan telapak tangannya di tembok berwarna putih itu. Mereka masuk ke dalam lift yang pintunya sudah di bentuk menyerupai tembok. Untuk membuka akses lift dibutuhkan sidik jari. Sidik jari yang terdaftar hanya milik James, Vivian dan Audie. Pintu lift terbuka. Dan langsung terlihat sebuah ruangan yang begitu mewah. Di d******i warna putih dan silver. Tampak begitu Elegant. Lift tersebut terhubung langsung dengan ruangan pribadi Audie. Yang merupakan ruang nonton yang berada di dalam kamar pibadinya. Serta balkon yang bisa melihat keindahan kota Berlin. Bipp bipp bip Bunyi suara ponsel James. Maria yang menyamar sebagai Marissa memberikan informasi kalau dia sudah tiba di lobi Apartment. "Maria sudah tiba, aku akan membukakan pintu untuknya," ujar James. "Baik Uncle," jawab Audie yang sudah duduk di sofa. Sedangkan Vivian sudah berkutat di dapur. Saat ini James sudah terhubung dengan Maria lewat earphone. "Saya sudah di lift Tuan," ucap Maria. "Ok Maria, berpura - pura lah batuk ketika kau menempelkan kartu," balas James. "Baik Tuan," jawab Maria. Tingg Pintu lift pun terbuka. Maria berjalan dan sudah berada di depan pintu. "Uhukk hukkk!" sambil menempelkan kartu palsu. Pintu pun terbuka. Maria masuk sambil menarik sebuah koper. "Bagaimana ?" tanya James. "Semua aman tuan, sesuai rencana!" jawab Maria. "Ok.. Kerja yang bagus Maria," ujar James. "Thank you kak untuk hari ini," ucap Audie ke Maria. "Sudah tugas saya, Nona Audie." jawab Maria. Maria adalah bodyguard pribadi Audie. Yang tadi bertugas menyamar menjadi Marissa sejak di dalam pesawat. Audie begitu senang memiliki Maria di sisi nya. Dia merasa memiliki seorang kakak perempuan. Karena selisih umur mereka hanya terpaut tiga tahun. Maria adalah salah satu Bodyguard wanita termuda yang begitu ditakuti di dunia mafia. "Kalau begitu saya pamit ke kamar untuk membersihkan diri Tuan dan Nona," pamit Maria. "Iya silahkan," ucap James. "Uncle.. jadi apartment Marissa yang ini hanya disekat sama tembok itu ya?" tanya Audie yang masih takjub ketika melihat James memencet sebuah tombol dan tembok yang didepan nya bergeser ke samping. Lalu mereka masuk ke Ruangan yang berbeda. Sebuah ruangan yang luasnya hanya seperempat dari luas Apartment Audie. Apartment sederhana tapi tetap nyaman. "Iyah betul sayang," jawab James dan tersenyum. Lalu kembali ke Apartment yang super canggih. "Woww!!" Audie terperangah kagum. "Eh Kak Maria mana??" Audie tersadar Maria sudah berjalan ke kamarnya. "Ikuuttt kakk!" teriak Audie dan menyusul di belakang Maria. Sekarang Audie sudah berada di dalam kamar Maria yang lumayan luas dan nyaman. Maria pun masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri, lalu mengganti pakaiannya dengan setelan serba hitam. "Ini Nona pesanannya," ucapan Maria sambil menyerahkan sebuah kantongan persegi. "Thank you kak!!" "My pleasure Nona." Audie pun membuka kantongan tersebut dan tersenyum bahagia melihat isinya. "Wahh thank you kak! Terbaikkk hehehhe!" seru Audie bahagia sambil memakan coklat yang sudah dia buka. Audie sangat menyukai dark coklat yang dijual di salah satu Outlet di Bandara. Namun tadi dia tidak bisa bergerak bebas untuk membelinya. Tok tok tok.. "Audie.. Maria.. Sarapan sudah siap!" Seru Vivian dari balik pintu. "Ok Mom!" jawab Audie. "Baik Nyonya!" Jawab Maria. Mereka berdua pun keluar dari kamar menuju ruangan makan di apartment Audie. (Apartment super canggih itu Apartment Audie dan Apartment Standart itu Apartment Marissa. Biar nanti gak bingung ya 🥰) "Sini sayang sarapan dulu, simpan dulu coklatnya " panggil Vivian dan mengambil coklat yang masih dipegang Audie. "Hehehhe Siapp mommy sayang.." jawab manja Audie. "Ini sarapan kamu Maria." "Terimakasih banyak, Nyonya Vivian." jawab Maria sambil menundukkan kepalanya. "Uncle sudah sarapan belum??" tanya Audie ke James yang sudah sibuk dengan beberapa dokumen. "Belum sayang.. Belum dua kali!" canda James sambil menengok ke arah Audie. "Isshhh Uncle!!" gerutu Audie sambil memajukan bibirnya. "Sudah.. Sudaahh.. Sarapan dulu!" Vivian menengahi. Begitu selesai sarapan. Audie dan Maria menyusul James di ruang tamu. Sedangkan Vivian membersihkan piring kotor dan meja bar. "Audie sini sayang!" seru James menyuruh Audie duduk disampingnya. "Ini adalah dokumen kamu untuk besok melapor ke HRD sebagai formalitas," ujar James. "Baik Uncle!" "Dan mulai besok Maria akan ikut kerja di Perusahan sebagai salah satu Office Girl sesuai rencana," lanjut James. "Baik Tuan," jawab Maria mengerti. "Dan ini kunci mobil kamu, di bawah kursi penumpang sudah ada perlengkapan penyamaran kamu. Cukup tekan tombol yang di bawah kursi pengemudi" seru James. "Mobilnya di parkiran basement luar.." lanjut James. "Ok uncle!" ucap Audie sambil menganggukkan kepala.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN