Bugh!
Alex memukul pria kekar yang hendak memukul Audie. "Ahh.. Dengan senang hati" jawab Audie yang tersadar dari lamunannya.
"Sebelumnya silahkan pakai ini," ujar Alex dan memberikan Jasnya ke Audie.
"Ahh thank you!" hanya itu yang bisa terlontar dari bibir Audie, lalu memakai sempurna Jas tersebut.
"Hmmm wangii!" gumam Audie dalam hati.
"Hey Alex bisakah perkenalannya dilanjutkan sesudah ini??" teriak Tommy yang sudah menghajar dua pria kekar di depannya.
Maria yang tahu situasi hanya tersenyum samar.
Alex yang mendengar seruan Tommy pun melesat maju memukul satu per satu pria kekar di depannya.
Begitu pun dengan Audie yang ikut bergabung.
Alex, Tommy, Audie dan Maria menghajar habis ke enam pria kekar suruhan pria arogan itu.
"Tuan..nn..n.. Alex!" ucap pria itu melihat Alex berjalan di depannya.
"Apa yang kau lakukan, hah!!" teriak Alex dan memberikan bogem mentah ke wajah pria itu.
"Maaf Tu-tuan!"
"Keluar dari sini dan jangan pernah menginjakkan kaki kamu lagi disini!" ultimatum Alex penuh amarah.
"Baik Tuan Alex!" pria arogan itu pun ngacir keluar dan diikuti oleh para bawahannya yang sudah babak belur.
Alex kembali ke Audie, menatap dalam, "Are you ok?" tanya Alex lembut.
"Hmm.. I’m ok!" jawab Audie.
Maria dan Tommy hanya berdiri dalam diam dan melihat kedua insan ini.
"Syukurlah," ujar Alex.
Sebelumnya Alex dan Tommy yang sedari tadi memperhatikan ke dua gadis ini kaget ketika ada seorang pria yang dikenal playboy oleh Alex dan Tommy berlaku kasar ke Audie.
Namun mereka di kaget kan dengan tontonan yang begitu elegant. Wanita mungil itu dengan mudah menghempaskan pria itu ke lantai.
Sontak mereka berdua bertepuk tangan. Namun tak lama kemudian muncul enam pria kekar yang sudah diduga itu adalah pengawal Andri si lelaki Arogan itu.
"Kayaknya mereka butuh bantuan Lex.." ujar Tommy.
Namun yang di temani ngomong sudah berdiri dan berjalan menuju kerumunan.
"Aishhhh dasar!" gumam Tommy dan menyusul Alex.
Dan disinilah mereka sekarang.
"Alex.." ujar Alex sambil mengangkat tangannya ke arah Audie.
"Audie," balas Audie merespon tangan Alex dan bersalaman.
Begitu pun dengan Tommy dan Maria. Mereka berempat saling berkenalan.
"Terimakasih buat tadi Tuan Alex," ujar Audie.
"Alex.. Cukup Alex!" ucap Alex yang segan dipanggil Tuan oleh Audie.
"Ahh.. Ok Alex, sekali lagi terima kasih.”
Walaupun sebenarnya enam orang bagi Audie dan Maria itu hanyalah hal sepele. Namun, dia tetap menghargai bantuan Alex.
"Tidak perlu sungkan.." jawab Alex.
Audie hanya mengangguk dan tersenyum.
"Oh my.. Dia sungguh imut dan badas!" gumam Alex dalam hati.
Tommy hanya tersenyum melihat sahabatnya itu. Baru kali ini dia mau ikut campur dalam urusan wanita.
"Apa boleh saya yang mentraktir kalian? Sebagai ucapan terima kasih?" tanya Audie.
"Tidak perlu Audie, kamu bisa membalasnya lain kali" jawab Alex ringan dengan maksud tertentu.
"Hmm, lain kali??" gumam Audie sambil mengernyitkan alis dan menyenggol kaki Maria yang duduk di sampingnya.
Maria hanya mengangguk kecil. Sebagai tanda "It’s ok!"
"Selamat malam Tuan dan Nyonya," sapa pelayan dengan ramah.
"Malam.." jawab mereka bersamaan.
"Ini menunya..."
"Mau minum apa Audie, Maria?" tanya Alex ramah.
"Apa saja yang penting non alkohol" jawab Audie cepat.
"Hm, baiklah.." Alex mengerti kalau ke dua wanita di depannya tidak minum minuman beralkohol.
"Kamu Tom?" tanya Alex.
"Aku kira sudah dilupain hahahha... Yang biasa aja Lex!" sindir Tommy. Dan ikut memesan.
Alex hanya menatap sinis ke arahnya.
"Hmm baiklah dua mocktail angel dan dua cocktail ringan seperti biasa, jangan lupa dessert buahnya," ucap Alex ke pelayan.
"Baik Tuan." jawab Pelayan dan pamit undur diri.
Sedangkan Maria lebih banyak diam. Atau Tommy yang lebih sering mengajaknya ngobrol. Namun di jawab dengan singkat dan padat.
(Maklum ya Tom, Maria itu wanita langka)
Mereka berempat asik bercerita sambil menyicip hidangan yang sudah datang.
"Hmm.. Mocktailnya enak banget Kak Mar!" seru Audie.
"Iyah.. Enakk.. Hehhehe," jawab Maria singkat.
"Syukurlah kalau kalian suka," ucap Alex senang yang melihat Audie menikmati minuman pilihannya.
"Ehmm ehmmm... Alex??" suara seorang wanita mendayu - dayu memanggil Alex.
Sontak mereka berempat mendongakkan kepala melihat ke asal suara.
"Alex... Kok gak bilang sayang kalau kesini ??" tanya Siska sok mesra.
Yesss itu adalah Siska yang barusan datang bersama teman-temannya.
Alex hanya mengernyitkan dahi. "Ngapain lagi nih ulat keket ada disini!" gumam Alex pelan ke arah Tommy.
Tommy hanya mengangkat bahunya.
"Audie, bisakah saya menagih ucapan terimakasih kamu sekarang?" tanya Alex pelan setengah berbisik di telinga Audie.
"Hmm? Tentu saja!" jawab Audie bingung yang belum paham maksud Alex.
"Alex?" Siska memanggil Alex, yang belum mendapatkan balasan dari Alex.
Setelah mendapatkan persetujuan dari Audie, Alex segera berdiri dan meraih tangan Audie untuk ikut berdiri. Audie pun berdiri.
"Hai Siska.. Tentu saja sedang berkencan.. Kenalkan kekasih saya.." Ucap Alex tegas sambil merangkul pinggang kecil Audie.
Jeng jeng jeng...
"Hehh?" tiba - tiba otak Audie nge-hank. Dan melirik ke arah Alex.
Maria yang sedang minum langsung tersedak.
Tommy melotot dan mulutnya menganga bengong mendengar ucapan Alex.
"Help me..." bisik Alex kemudian menyadarkan Audie.
Siska yang melihat Alex sedang merangkul wanita lain di depannya tidak terima.
"Tidak mungkin Alex! Sejak kapan kamu punya kekasih!!" hardik Siska.
"Untuk apa Alex repot-repot melapor ke kau kalau dia memiliki Kekasih? Hah?" seru Tommy emosi mendengar ucapan Siska yang sudah keterlaluan.
"Tapiii.. Tapi..." Siska kaget dengan ucapan Tommy. Merasa malu, Siska mengambil gelas minuman diatas meja berniat menyiramkan minuman ke wajah Audie.
Namun, Audie secepat kilat mengambil minuman yang masih penuh dari tangan Maria.
Dan mengibaskan minuman tersebut ke arah Siska and the gank.
"Uppss sorry..! Gak sengaja!!" seru Audie sambil menutup mulutnya pakai tangan pura - pura terkejut.
"Hahahhaa mamposss..." gumamnya senang.
"Arghhhhh!!! Kauu !!!" Siska and the gank melesat meninggalkan mereka berempat dengan sejuta kedongkolan.
"Hahahahahha hahahahaha.. Hahahahhaa!" Alex tidak berhenti tertawa sampai mengeluarkan air mata.
Tommy juga tak kalah, dia tertawa terbahak - bahak.
"Triple kill !!" seru Tommy lagi.
Mereka berempat pun tertawa karena tahu maksud dari kata Triple Kill.
Karena tadi pada saat Audie mengibaskan minuman, semua minuman itu langsung terhempas ke Siska dan kedua temannya.
"Permisi Nona, ini minumannya." sapa Pelayan yang memberikan ke Maria minuman yang baru.
"Oh thank you," jawab Maria dan mengambil minuman dari tangan si pelayan, dan meminumnya.
"Sudah.. Sudah.. Kasian tuh anak orang di ketawain terus.. Hehehhe!" seru Audie ke mereka bertiga.