"Pak Dokter ngajakin saya kencan atau gimana ini konsepnya?" Mita bertanya dengan sedikit tak percaya, juga masih bingung saja. Pria di sebelahnya ini tiba-tiba saja mengatakan meminta tolong untuk ditemani datang ke pesta. Lah, memangnya dia siapa? Keluarga bukan. Pacar juga bukan. Apalagi istri. Johan tergagap, sebenarnya tadi dia asal saja mengatakan demikian. Karena terlalu malu ketahuan oleh Mita jika yang akan dia bicarakan adalah soalan Moza. Demi mencari alasan, tiba-tiba teringat permintaan sang papa untuk menggantikan menghadiri acara pesta. Jadilah perkataan asal, tapi menimbulkan kebingungan yang Johan lontarkan. "Saya harus menggantikan papi saya untuk hadir di sebuah pesta pernikahan. Tapi rasanya aneh saja jika saya selalu datang sendirian. Berhubung ada kamu, kenapa saya

