"Aku juga nggak paham, Mit. Tiba-tiba saja resepsionis mengatakan ada tamu namanya Liliana. Siapa lagi jika bukan istrinya Edham. Entahlah mau apalagi dia ke sini." "Mau kamu temui?" Moza mengangguk. "Iya." "Yakin?" "Aku hanya ingin tahu apa yang Liliana mau. Apa karena pagi tadi Edham ke sini menemuiku jadi Liliana tidak terima dan ingin melabrakku." "Ya, Tuhan, Moz! Edham gigih juga, ya. Terus saja berusaha menemuimu. Apa maunya dia. Lagian kenapa juga harus kamu temui?" "Kebetulan saja aku sampai dan kami berpapasan di pos security tadi." "Jadi sekarang bagaimana? Apa kamu mau aku temani menemui Liliana?" Kepala Moza menggeleng. "Tidak perlu, Mit. Aku yakin bisa menghadapinya sendiri." "Tapi aku khawatir." "Tenang saja. Aku sudah kebal menghadapi istri dan mamanya Edham. Lagip

