BAB 118

1092 Kata

"Aku heran denganmu, Mas." "Heran kenapa?" "Jujur aku tidak menyangka jika kamu begitu antusias mengetahui kehamilan ini. Aku pikir kamu akan biasa-biasa saja. Tapi ternyata perkiraanku salah. Bahkan jika aku amati, kamu lebih antusias daripada Mama." Ucapan Moza yang membuat kening Sakha berkerut dalam. Sungguh, Sakha tidak pernah menyangka jika Moza akan bertanya demikian padanya. Di mana-mana seorang suami itu sudah pasti akan antusias ketika mendapati sang isteri positif hamil. Lalu mereka akan memiliki anak yang lucu dan menggemaskan. Termasuk dia juga. Bahkan rasa bahagianya ini tak mampu Sakha ungkapkan dengan kata-kata. Antara takjub juga terharu dia rasa. "Kenapa kamu bertanya hal demikian, Moz?" Sakha tahu pasti ada alasan, kenapa Moza sampai berpikir ke arah sana. Apa karena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN