BAB 116

1043 Kata

"Mita kenapa kamu ada di sini?" Gadis itu gegas beranjak berdiri. Sangat menyedihkan ketika kedapatan seseorang dia tengah kesusahan. Ah ralat. Lebih tepatnya sedang mendapat sial. Tak ada uang, ponsel pun tak pegang. Mita nyengir menatap dokter tampan itu malu-malu padahal sejujurnya sudah tak lagi ada rasa malu dalam diri Mita ketika mengingat bagaimana Dokter Johan pernah melakukan sesi curhat padanya. Sekarang, mana yang lebih memalukan? Dia atau kah Pak Dokter? Mita berpikir. Sepertinya meminta pertolongan dan bantuan dari Pak Dokter nggak ada salahnya. "Saya mau balik kantor, Dokter." "Lah, kok duduk di trotoar kalau mau ke kantor? Memangnya tadi diturunin di jalan sama Pak Sakha?" "Gimana ceritanya diturunin di jalan? Lah wong ini masih di kawasan rumah sakit. Yang benar itu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN