BAB 61

1014 Kata

Selesai makan malam bukannya bisa tidur nyenyak, yang ada justru perutnya terasa mual. Sudah dia tahan-tahan agar tidak memuntahkan apa yang sudah masuk ke dalam perutnya, Moza memilih keluar kamar karena ingin membuat minuman hangat. Ia pikir Sakha sudah tidur dan beristirahat di dalam kamar karena di lantai dua rumah ini begitu sepi hanya dihuni olehnya dan pria itu. Kamar Sakha juga nampak tertutup rapat. Selama dua bulan tinggal di rumah ini, Moza merasa nyaman-nyaman saja karena baik Prameswari dan juga Sakha memperlakukan dia dengan sangat baik. Sakha sendiri juga tidak pernah mencampuri privasinya di rumah ini. Mereka juga jarang meski hanya sekedar mengobrol. Terlihat bersama itu pun hanya ketika mereka sarapan pagi dan makan malam. Selebihnya hampir tidak pernah berduaan karena Mo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN