Sakha makin erat menggenggam tangan Moza. Membawa ke depan bibirnya lalu ia kecup punggung tangan sang istri tercinta. Moza yang terkejut dengan perilaku Sakha, refleks menarik tangannya. "Mas!" "Ada apa?" "Malu dilihat Pak Hadi." "Lagian kamu ini kenapa harus dandan cantik sekali hari ini. Ingin aku karungi saja kamu tadi, agar tak lagi ada pria-pria di luaran sana yang jelalatan memandangmu penuh kekaguman." Moza tertawa. "Yang mulai bucin," celetuk Moza terkekeh sendiri. "Mereka pikir kamu itu masih available. Membuatku khawatir saja," jujur Sakha yang mulai cemas akan rahasia pernikahannya. Sakha tak menampik fakta jika dia mulai cemburu jika ada lelaki yang terang-terangan mengagumi Moza. Bagaimana pun juga Moza istrinya. Dia lah yang sudah berhasil memiliki wanita itu. Jadi, tak

